Skip to content
Increase font size Decrease font size Default font size

Globalindo Niaga Prima

Home Hydrocarbon Refrigerant

HYDROCARBON REFRIGERANT

PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Kekhawatiran pengrusakan lingkungan hidup akibat refrigeran halokarbon yang turut andil dalam proses penipisan lapisan ozon, sehingga radiasi sinar ultra violet sinar matahari tidak tersaring, telah menjadi isu internasional.

Dampak radiasi ultraviolet yang berlebih bagi kehi-dupan dimuka bumi telah banyak dipublikasikan, karena sangat berpengaruh, seperti mengubah struktur genetika,menggangu pertumbuhan tanaman, merusak  mata (katarak), kanker kulit, menurunkan kekebalan tubuh, menggangu iklim dan mempercepat kerusakan bahan alam maupun sintetik, mulai dari kayu, karet, sampai sejenis plastik.

Keseriusan masyarakat internasional untuk mela-kukan penghapusan atas bahan yang berpotensi merusak lingkjungan sperti bahan yang tergolong CFC (Chloro Fluoro Carbon) telah dicetuskan melalui kesepakatan internasional yang dikenal dengan Protocol Montreal (1987) dan pemerintah Indonesia telah meratifikasikannya melalui Keppres RI No. 23 tahun 1992. Pemerintah telah sepakat untuk paling lambat tahun 2007 secara tegas melarang peng-gunaan dan peredaran CFC sebagai media pendingin.

Refrigeran sintetik  dan hidrokarbon mengandung unsur-unsur yang memiliki parameter index yang mempengaruhi linkungan seperti  ditunjukan pada Tabel-1.


Tabel-1 : Parameter Lingkungan Refrigeran

No

Parameter

R-12

R-22

R-134

HC

1

Ozon Depletion Potential (ODP)

1,0

0,06

0

0

2

Global Warming Potential (GWP)

1500

510

420

3

3

Atsmosfer Life Time (ALT)

130

15

16

<1

 

PENGHEMATAN ENERGI

Perhatian global dewasa ini sebagai pengaruh pemakaian refrigeran, tidak hanya masalah kerusakan ozon (ODP) dan efek pemanasan permukaan bumi (GWP), tetapi juga mencakup pada masalah efisiensi energi. Bersamaan dengan ODP dan GWP juga diupayakan alternatif pengganti refrigeran halo-karbon yang dapat meningkatkan penghematan energi.

Telah diketahui bahwa pemborosan energi dengan meningkatnya pembangunan pembangkit tenaga listrik   untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik,peningkatan pemakaian bahan bakar minyak, secara signifikan memberikan kontribusi pada peningkatan pemanasan bumi melalui efek rumah kaca. Kepedulian masayarakat internasional akan hal tersebut diatas, diwujudkan dalam bentuk mengkampanyekan bahwa ODP, GWP dan enegy effeciency merupakan kesatuan paket yang harus diperhatikan dalam pemilihan refrigeran pada mesin pendingin. Kondisi tersebut diatas dapat dipenuhi oleh refrigeran yang tergolong dalam kelompok Hidrokarbon seperti MUSICOOL.

PENGGANTI FREON

Pilihan para ahli pada refrigeran hidrokarbon bukanlah hal baru. Hidrokarbon sebagai refrigeran telah dikenal sejak tahun 1920-an, bahkan ilmuwan kelas dunia Albert Einstein (1926) menyebutkan bahwa hidrokarbon adalah rajanya refrigeran dalam sistem refrigerasi.

Sintetis Refrigerant, seperti :

  • Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan CFC

  • Hydro Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan HCFC

  • Hydro Fluoro Carbon, dikenal dengan HFC

yang di Indonesia lebih familiar dengan nama Freon. Freon sudah diaplikasikan di Indonesia selama lebih dari 70 tahun. Yang ternyata kemudian ditemukan bahwa dari ketiga jenis gas ini mempunyai kelemahan, baik secara teknik, lingkungan dan ekonomi, dan yang paling penting dari semua itu, refrigeran sintetic sangat membahayakan mahluk hidup baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Pemerintah Indonesia telah melarang dan membatasi penggunaan ketiga jenis refrigeran ini, yang, yang secara praktek dimulai dari tahun 2007. Akibat adanya peraturan baru ini, maka harus ada alternatif pengganti refrigeran yang ramah lingkungan, maka dibuatlah refrigeran alami yang ramah lingkungan, yaitu Hydrocarbon Refrigerant. Hydrocarbon Refrigerant dibuat untuk menggantikan refrigeran-refrigeran lain yang sangat merusak lingkungan.

  • HC-12 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-12 yang merusak lapisan ozon dan dapat mengakibatkan pemanasan global.

  • HC-134a ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HFC R-134a yang dapat mengakibatkan pemanasan global.

  • HC-22 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HCFC R-22 yang merusak lapisan ozon.

  • HC-600 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-600 yang merusak lapisan ozon.


  Latar Belakang

  Regulasi Pemerintah

 
Joomla SEO powered by JoomSEF

Kami memiliki 64 Tamu online

Join Us on Facebook

Website Statistik

Anggota : 464
Konten : 97
Web Link : 17
Jumlah Kunjungan Konten : 592289